Pak Anies memang beda...

Pak Anies memang beda... 

Oleh: Savitry Khairunnisa (WNI di Norwegia)

MasyaAllah, pagi-pagi dapat notifikasi dari IG, bahwa komentarku di postingan Pak Anies Baswedan tentang #kaburajadulu, ternyata dibalas oleh beliau 🤩.

Pak Anies ini memang beda. Banyak orang berpendidikan tinggi. Banyak yang jadi orang sukses, orang penting, tapi public speaking-nya parah. Tata bahasanya kacau. Segala kosakata "Nenek lu", "Pala lu pe'a", bahkan sekelas Presiden pun terbiasa memaki "Ndasmu" dan "A*u" secara terbuka di hadapan rakyatnya dan ditepuktangani dengan gemuruh oleh para dayang-dayangnya.

Pak Anies seorang pendidik sejati. Bahasanya santun dan cerdas seperti seharusnya seorang yang terdidik. Bahasanya yang tidak membuai, tidak berputar bersayap, selalu lugas dan menginspirasi.

Kembali ke topik Kabur Aja Dulu... 
Seperti yang saya tulis di postingan sebelum ini, yang mau kabur ke luar negeri, kuatkan tekad. Persiapkan segala sesuatunya dengan baik. Cari tau apa yang mau kalian tuju. Lanjut kuliah? Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang negara yang jadi tujuan. Bidang studi apa yang kita ingin kejar. Bagaimana peluang diterima, dan bagaimana peluang bekerja di luar negeri untuk bidang studi tersebut. Di mana carinya? Ayo, zaman sekarang informasi bertebaran di Internet dan mudah didapat. Tinggal kita MAU berusaha dan TAU apa yang kita cari. Jangan nggrambyang dan jangan cuma bingung.

Mau kerja di luar negeri? Sama juga. Jangan pernah pergi cuma modal nekat. Nggak pingin kan, udah jauh-jauh ke negeri orang, tapi malah terlunta-lunta? Hati-hati jangan sampai ketipu penipu berkedok agen kerja. 

Persiapkan bekal yang mumpuni (pendidikan, pengalaman kerja, kemampuan bahasa, mental,  finansial).

Untuk bekerja di negara maju di Eropa, orang asing yang dicari memang tergantung negara asalnya. Sesama negara EEA / EU tentu dapat privilege, like it or not. Mereka punya perjanjian "Free Movement of People", di mana orang-orang dari negara anggota bebas saling mengunjungi dan mencari kerja di level apapun tanpa visa khusus. 

Untuk orang asing seperti Indonesia, kita harus berusaha dua tiga kali lebih keras. Pendidikan tinggi (minimal S1) dari perguruan tinggi bonafide, pengalaman kerja di bidang yang linier dengan latar belakang pendidikan DAN bidang pekerjaan yang dituju, adalah faktor mutlak yang nggak bisa ditawar. Karena orang-orang seperti kita perlu visa kerja yang tidak mudah, maka calon employer harus sangat selektif untuk mencari pekerja profesional yang akan mereka bayar mahal. 

Bagi kami yang udah kabur duluan sebelum tagar ini marak, Indonesia tetap tanah air tercinta. Tanah air yang membesarkan dan membentuk karakter kami. Biarlah Mr. Bahlil bilang yang meninggalkan Indonesia itu nggak nasionalis. Biarkan aja Mr. Noel Noel bilang yang mau kabur ya pergi aja, nggak usah balik ke Indonesia sekalian. 

Kami akan tetap berkontribusi positif semampu kami untuk Indonesia. Sekolah tinggi, bekerja dan menyumbang devisa membangun Indonesia dari jauh, menerbitkan buku-buku untuk meningkatkan literasi masyarakat, membangun keluarga, dan menyiapkan generasi muda penerus yang kelak membawa perbaikan dan manfaat untuk masyarakat, InsyaAllah.

Kami akan tetap pulang. Setahun sekali menjenguk orang-orang tercinta, dan merasakan atmosfer kampung halaman yang tak tergantikan. 

Dan pada saatnya nanti, kami akan kembali selamanya ke Indonesia. 

Siapa tau bisa seperti Bapak yang kabur ke Yordania (Prabowo -red) karena takut diadili (kasus penculikan aktivis 98 -red), terus kembali dan tau-tau jadi Presiden. Eh, kok aku jadi julid. Ini bukan ngarang, tapi beliau memang pelopor kalo soal kabur-kaburan.

(fb)
Baca juga :