MBG Oh MBG...

MBG Oh MBG...

Operator program makan bergizi gratis harusnya kreatif, ketika biaya operasionalnya dipangkas Rp200 miliar oleh pemerintah dengan alasan efisiensi. Kreativitas itu, antara lain, MBG menjalin kerjasama produksi dan distribusi dengan pengusaha kuliner/katering di setiap kecamatan.
Harus diakui, salah satu biaya besar MBG adalah pengadaan dapur umum. Berdasarkan informasi yang beredar, pagu biaya pengadaan dapur umum terkait gedung dan alat masaknya berkisar antara Rp1,5 miliar - Rp2,5 miliar.

Dengan menggunakan dapur umum, produksi makanan untuk MBG hanya menggunakan satu model, yakni sentralisasi. Konsep ini sebenarnya berat, karena semua beban pembiayaan/pengadaan ditanggung MBG sendiri.

Pengeluaran itu bisa ditiadakan apabila MBG menggandeng mitra lokal yang sudah memiliki dapur dan peralatan yang sesuai standar. Kemungkinan mitra memang tidak sanggup menyediakan layanan untuk minimal 3.000 paket. Hal ini seharusnya tidak jadi masalah, karena 3.000 paket bisa dipecah menjadi 3 - 5 mitra.

Kalau ada yang susah, ngapain pilih yang mudah? 
Kalau ada yang berbiaya, mengapa pilih gratis?

(By Joko Intarto)

Baca juga :