Kalau anda lihat lukisan Hindu Bali, saya jamin 100% wanita bekerja di pasar, terus dimana prianya? Nganggur nyabung ayam.
Sampai sekarang kalau ke Bali cobalah ke Pasar Badung dan Kreneng di Denpasar masih gampang banget lihat perempuan kerja keras jadi kuli di pasar, ngangkut barang, sampai panas-panasan nyari pasir nyelem disungai untuk nyari pasir, mecahin batu, kerja bangunan.
Sementara cowoknya? Duduk santai, wangi, minum tuak, nyabung ayam.
Penulis Feminis, seringkali mengambarkan kontruksi hidup di Bali sebagai harmoni dimana perempuan bekerja sebagai terwujudnya kesetaraan Gender.
Tapi kamu harus tau kalau perempuan di Bali itu kerja seumur hidup, tapi yang dapat warisan siapa? Ya laki-laki, wanita gak dapet sepeserpun.
Itu bukan kemajuan, itu eksploitasi yang diwariskan turun-temurun.
Salam Rahayu.
(Ngopidiyyah)