[PORTAL-ISLAM.ID] Di sosmed facebook lagi heboh Riyadh Bajrey dengan segala kontroversinya. Dia salah satu "ustadz" di salah satu kelompok Salafi. Diantara pernyataan nyleneh Riyadh Bajrey adalah halalnya darah orang-orang yang melakukan demonstrasi karena dinilai bughot (melawan) Ulil Amri. Riyadh Bajrey juga menyebut Hamas adalah buatan Israel.
"Dulu ada AH yang diduga intel susupan di MMI. Jangan disangka di Salafi ngga ada intelnya. Gampang deteksinya. Apalagi bagi mereka ini bentuk taat kepada Ulil Amri," kata Ustadz Abu Izzuddin.
"Syaikh Abu Mush'ab As Suury mengatakan bahwa ulama yang tidak menyadari dirinya dimanfaatkan oleh intelijen lebih berbahaya dampaknya dalam menggembosi perjuangan umat Islam dibanding intel itu sendiri. Sebab secara keilmuan mereka memiliki otoritas, sehingga umat akan mudah menerima perkataan mereka. Padahal semua ini sudah didesain oleh intelijen," ujar Ustadz Abu Izzuddin.
"Tujuan ngintelin talafy apa tadz, kan mereka taat ngulil ngamri?" tanya netizen.
Tujuannya diantaranya untuk provokasi umat & meredam isu negatif ngulil ngamri.
Ada strategi namanya "stick and carrot", satu kelompok dipersulit/dimusuhi, kelompok yang lain diberi berbagai kemudahan, fasilitas, bantuan, hingga konsesi tambang hehe...
"Tugas lainnya juga buat ngomporin supaya nyerang kelompok lain biar umat terus saling hujat saling tahdzir," kata Ustadz Abu Izzuddin.