Mantan HTI: Kampanye haramnya terlibat dalam pemilu demokrasi, Siapa yang diuntungkan dan dirugikan?

Kampanye haramnya terlibat dalam pemilu demokrasi, Siapa yang diuntungkan dan dirugikan?

Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Negara (Mantan HTI)

Saya menghormati pendapat yang menyatakan haramnya terlibat dalam pemilu demokrasi, baik dipilih maupun memilih. Saya juga tidak pernah mempermasalahkan muslim yang memilih pandangan ini.

Yang saya kritisi hanya, mereka mengopinikan, mengampanyekan dan membesar-besarkan pandangan ini, pada momen jelang pemilu. Mereka mungkin percaya, bahwa inilah momen yang paling tepat untuk menyampaikannya, dan membuat umat Islam ngeh (mengerti) dan peduli terhadap pandangan tersebut.

Namun, entah mereka sadari atau tidak, yang dirugikan dari kampanye mereka tersebut adalah partai dan para aktivis muslim, yang sedang berjuang via jalur pemilu, untuk kemaslahatan umat dan untuk memperjuangkan syariah Islam (meskipun parsial dan bertahap).

PDIP, PSI, Gerindra dan semisalnya, tidak dirugikan dari kampanye ini, karena konstituen mereka, umumnya tidak peduli tentang halal-haram demokrasi, atau urgensi terikat dengan aturan Islam dalam seluruh sisi kehidupan mereka.

Padahal bagaimanapun, keberadaan para aktivis muslim dan partai mereka, dalam kekuasaan (baik eksekutif maupun legislatif), mendatangkan kebaikan terhadap umat Islam, sedikit maupun banyak. Meski tentu, ada kekurangan dan kelemahan juga.

Karena itu, saya menyarankan pandangan anti-pemilu ini, jadikanlah sikap pribadi, dan tidak perlu difatwakan di tengah umat, lebih-lebih waktunya berdekatan dengan pemilu. Dalam membangun sebuah opini, fatwa, atau kampanye, perhatikanlah sisi maslahat dan mafsadat bagi umat Islam, dan perjuangan keumatan secara umum.

Tentu, saya juga berharap partisipan pemilu ini, tidak malu-malu mengungkapkan sikap pro syariah dan kemaslahatan umat. Jangan pakai bahasa abu-abu, yang membuat orang sulit membedakan partai mereka dari Demokrat bahkan PSI.

(fb)
Baca juga :