Ada yang bilang bahwa Rasulullah dulu tidak pakai hisab karena di masa itu hisab belum maju... hati-hati omongan begini

HISAB

Ada yang bilang bahwa Rasulullah dulu tidak pakai hisab karena di masa itu hisab belum maju dan apalagi waktu itu umat Islam masih ummy (tak mampu menulis dan menghitung dengan baik). Sedangkan sekarang hisab sudah maju, maka cukup pakai hisab tidak perlu rukyat.

Pertanyaannya? Kapan Nabi Muhammad bilang begitu? Perkataan seperti itu menunjukkan beberapa hal:

1. Berbohong atas nama Nabi Muhammad dan sok tahu tentang pikiran Nabi Muhammad. Ini jelas sama dengan memesan tempat di neraka, seperti disebutkan dalam hadis.

2. Merendahkan Nabi Muhammad dan para sahabat. Mudah saja sebenarnya bagi beliau untuk memerintahkan sahabat mempelajari ilmu falak saat itu tapi memang sengaja tidak dilakukan. Ilmu Falak itu ilmu yang sangat tua, sejak masa Yunani sebelum Masehi sudah ada dan bahkan ada yang bilang ada sejak zaman Nabi Idris.

3. Menentukan waktu ibadah syar'iyah dengan pendapat sendiri padahal dirinya bukan sumber hukum dalam Islam. Waktu ibadah hanya dapat ditentukan oleh Allah dan Rasulullah dan standar sah tidaknya ibadah hanya diukur dengan cocok tidaknya dengan ayat atau hadis, bukan dengan opini pribadi.

4. Tidak paham bahwa semua ketentuan ibadah dalam Islam dibuat dengan standar sesederhana mungkin agar dapat dipraktekkan tanpa alat bantu apa pun dan tanpa perlu pengetahuan yang rumit dan memerlukan waktu lama untuk dipraktekkan. Dengan demikian, orang Islam paling bodoh yang tinggal di pelosok desa bahkan di tengah hutan atau di atas gunung sekalipun bisa tahu kapan mereka wajib melakukan ibadah shalat dan puasa meskipun tanpa kehadiran jam, jadwal, android dan alat apa pun. Karena itu, tidak ada yang bisa beralasan tidak shalat atau tidak puasa sebab masih belum tahu jadwalnya, baterai hapenya mati, jaringan internetnya tidak tersedia atau kalkulator, kompas, teropong dan GPS-nya dicuri orang.

Saya kalau menulis begini biasanya suka ada netizen yang bernafsu komen mengajari saya tentang ilmu hisab padahal bisa jadi saya jauh lebih paham ilmu hisab dari dia. hehe. 

FYI, Ilmu falak itu ada dua jenis; ada yang mempelajari orbit (manazil) benda langit, ini yang kemudian sekarang disebut dengan ilmu hisab atau astronomi. Ada pula yang mempelajari pengaruh benda langit terhadap kehidupan manusia, ini yang kemudian dikenal sebagai ilmu nujum atau astrologi. 

Meski tak bisa dibilang master, kebetulan saya pernah mempelajari keduanya sebagai wawasan saja. Yang astronomi hanya dibuat untuk menentukan waktu shalat, waktu puasa dan arah kiblat saja. Anak fakultas syariah hampir pasti kenal semua dengan ilmu ini, apalagi dosennya, kayak saya. haha. Yang astrologi saya pelajari sekedar untuk mengetahui metodologi para dukun dan tukang tebak. Eh, ada referensi yang bilang bahwa astrologi itu ilmunya Nabi Idris dan juga dikuasai Nabi Ibrahim loh, tapi sayang kemudian dirusak oleh para dukun, tukang tebak dan tukang sihir yang ngaco itu. Jadi, aslinya saya bisa saja jadi dukun kalau saya mau cuma sayangnya saya terlanjur pinter duluan sehingga tahu ngaconya mereka di mana. hahaha.. . eh  kok malah bahas ini.

(Abdul Wahab Ahmad)

Baca juga :