[PORTAL-ISLAM.ID] Maraknya kesimpangsiuran isu terorisme lagi-lagi membuat budayawan Goenawan Mohamad menyebarkan isu hoax.
Dalam akun twitternya, Goenawan membagikan tautan tentang dosen ITS yang dipecat karena diduga menganut paham radikal.
"Ketika perguruan tinggi tak lagi menumbuhkan sikap keilmuan, tak ada lagi rasa ingin tahu, ketekunan mencari jawab,keterbukaan utk diuji habis-habisan, dan kesediaan mengakui jika salah.
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyatakan akan menindak tegas pemimpin perguruan tinggi yang gagal membendung atau menyebar radikalisme di kampus. Sanksi bisa sampai pemecatan hingga diproses secara hukum.Ketika perguruan tinggi tak lagi menumbuhkan sikap keilmuan, tak ada lagi rasa ingin tahu, ketekunan mencari jawab,keterbukaan utk diuji habis-habisan, dan kesediaan mengakui jika salah. https://t.co/QF5yOcAByM— goenawan mohamad (@gm_gm) May 15, 201app
Nasir mengaku sudah memecat seorang dekan dan tiga dosen di Institut Teknologi Sepuluh November yang diduga kuat menebar radikalisme. http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2018/05/14/dekan-dan-3-dosen-dipecat-karena-sebarkan-paham-radikal-424363
Tautan ini langsung mendapat bantahan.
https://www.its.ac.id/news/2018/05/15/klarifikasi-soal-alumni-terduga-teroris-dan-pemecatan-dosen/
Ternyata bukan Goenawan saja, sejumlah pendukung Jokowi seperti Fadjroel dan Chico Hakim juga turut menyebarkan hoax tersebut.
Warganet pun berkomentar.