[portalpiyungan.co] CALIFORNIA - Negara AS terbelah dua setelah kemenangan Trump melawan Clinton dalam pemilihan presiden 2016 AS. Wilayah Pantai Barat AS menangis keras dan berniat memisahkan diri dari Amerika Serikat.
Di akhir malam pada hari Selasa, hashtag #CalExit (California Exit, meniru BREXIT) ramai di Twitter bersama dengan hashtag #Caleavefornia. Tweet-tweet berisi kemarahan mereka atas kemenangan Trump dan memulai kampanye pemisahan California dari USA yang diprakarsai oleh sebuah kelompok yang disebut 'Yes California Independence Campaign'.
Kelompok ini juga mengorganisir sebuah acara di Sacramento pada Rabu untuk mengumpulkan lebih banyak dukungan.
"Sebagai ekonomi keenam terbesar di dunia, California lebih kuat secara ekonomi dari Perancis dan memiliki populasi yang lebih besar dari Polandia. California bisa dibandingkan dan bersaing dengan negara-negara dunia, bukan hanya dengan 49 negara bagian AS lainnya," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan di situs mereka.
Pada catatan yang sedikit lebih serius, pebisnis kapitalis Silicon Valley, Shervin Pishevar menjanjikan untuk mendanai "kampanye yang sah untuk California untuk menjadi bangsa sendiri."
(Baca: Shervin Pishevar wants to help California secede from the US http://www.cnbc.com/2016/11/09/shervin-pishevar-wants-to-help-california-secede-from-the-us.html)
Penamaan Calexit meniru Brexit, suatu referendum pad Juli di Inggris Raya di mana negara Inggris Raya (United Kingdom/UK) memisahkan diri dari Uni Eropa. Saat itu kota London menyerukan keluar dari U.K. setelah hasil referendum mengecewakan.
Seperti diberitakan, protes luas meletus terhadap Donald Trump di California Bay Area pada Selasa setelah kandidat Partai Republik ini memenangkan pemilihan presiden.
Demonstran membakar sebuah replika Trump, menghancurkan jendela depan toko dan membuang sampah serta membakar ban di pusat kota Oakland, di seberang Teluk dari San Francisco. Beberapa mil jauhnya, para mahasiwa University of California, Berkeley, protes di kampus.
Sebuah demonstrasi juga berlangsung di University of California, Davis, di mana mahasiswa memblokir jalan-jalan dan meneriakkan slogan anti-Trump "You are not America, we are America."
Sumber: Daily Sabah
Pada catatan yang sedikit lebih serius, pebisnis kapitalis Silicon Valley, Shervin Pishevar menjanjikan untuk mendanai "kampanye yang sah untuk California untuk menjadi bangsa sendiri."
(Baca: Shervin Pishevar wants to help California secede from the US http://www.cnbc.com/2016/11/09/shervin-pishevar-wants-to-help-california-secede-from-the-us.html)
Penamaan Calexit meniru Brexit, suatu referendum pad Juli di Inggris Raya di mana negara Inggris Raya (United Kingdom/UK) memisahkan diri dari Uni Eropa. Saat itu kota London menyerukan keluar dari U.K. setelah hasil referendum mengecewakan.
Seperti diberitakan, protes luas meletus terhadap Donald Trump di California Bay Area pada Selasa setelah kandidat Partai Republik ini memenangkan pemilihan presiden.
Demonstran membakar sebuah replika Trump, menghancurkan jendela depan toko dan membuang sampah serta membakar ban di pusat kota Oakland, di seberang Teluk dari San Francisco. Beberapa mil jauhnya, para mahasiwa University of California, Berkeley, protes di kampus.
Sebuah demonstrasi juga berlangsung di University of California, Davis, di mana mahasiswa memblokir jalan-jalan dan meneriakkan slogan anti-Trump "You are not America, we are America."
Sumber: Daily Sabah