"Ar-Riddah 'an al-Hurriyah" | Ketika Harakah Da'wah Mendapat Ujian


USTAZ MUHAMMAD AHMAD RASYID penulis serial buku Fiqih Da'wah yang sangat terkenal (al-Munthalaq, al-Awaa'iq, al-Raqaaiq, al-Masar) baru-baru ini menulis buku tentang apa yang terjadi di Mesir dengan judul:

"AL-RIDDAH 'AN AL-HURRIYYAH"


Diantara poin-poin penting yang beliau tulis asadalah:

A. Tujuh Tangan Bermain Dalam Kudeta di Mesir

1. Wajah Amerika

Peta Kudeta yang terjadi di Mesir adalah peta buatan Amerika yang sudah cukup dikenal, dengan cara memperdaya militer setelah terjadi chaos, serta peran sosmed. Cara yang dilakukan adalah: mengumpulkan orang-orang jahil, para pelaku criminal. Menyuntikkan dana kepada mereka. Kemudian meminta mereka untuk turun ke jalan untuk memprotes kebijakan politik. Kemudian militer datang dengan melakukan kudeta, seolah-olah kudeta itu adalah sebagai jawaban dari keinginan rakyat, beriringan dengan peran sosmed yang memutarbalikkan fakta. Kemudian mengalirlah bantuan dana internasional, memberikan pinjaman untuk mengukuhkan kudeta dengan cara mengambil hati rakyat dengan memberikan kehidupan mewah yang sifatnya temporal dari sebagian bantuan tersebut, sementara sebagian yang lain digarong oleh para militer dan konco-konconya. Ahmad Rasyid mengomentari bahwa campur tangan amerika, bukan muncul sesuatu yang baru, dan juga bukan sebab kesalahan aktivis dalam memerintah, sebagaimana yang diyakini oleh sebagian orang.

2. Wajah Sekuler

Ahmad Rasyid menjelaskan bahwa tokoh-tokoh Kudeta sekarang, sudah punya hubungan intim dengan Amerika sejak masa Husni Mubarak. Sebut saja misalnya Baradai, Sabahi dan Amar Musa. Mereka ini punya hubungan yang kuat sebelumnya dengan Amerika, bahkan mereka telah menjadi bagian dari peta jalan mereka di Timur Tengah. Sebagai bukti laporan Baradai tengan senjata nuklir yang ada di Irak, dimana dia telah memuluskan jalan masuknya Amerika. Begitu juga dengan usaha Amar Musa untuk menekan HAMAS agar mengakui Negara Israel, dan berusaha untuk melupakan permusuhan dengan Israel. Begitu juga sokongan yang telah diberikan oleh Amerika kepada Sabahi, karena Amerika memandang bahwa Sabahi ini adalah orang yang paling bisa menolong karena banyak ide-ide Amerika yang diterima olehnya. Disamping itu juga PM Kudeta Hazim al-Bablawy, karena ternyata bahwa dia ini adalah salah seorang yang ikut menyokong pemindahan kekuasaan kepada Jamal Mubarak dari ayahnya. Ditambah lagi dengan negara-negara yang loyal kepada Mubarak, dimana mereka ini menjadi batu sandungan bagi Presiden Morsi dalam setiap langkah perbaikan yang ingin dilakukannya.

3. Wajah Israel

Ahmad Rasyid menegaskan bahwa Israel memberikan saham mempercepatkan keinginan Amerika untuk menghancurkan pemerintahan DR. Morsi di Mesir. Dan Israel terus memaksa Amerika agar keinginan ini segera diwujudkan.

4. Wajah Negara Teluk
Ahmad Rasyid mengatakan bahwa harta kekayaan milik penguasa teluk terutama Saudi dan Emirat, telah digunakan untuk merusak citra Presiden Morsi. Kenapa? Karena mereka ini adalah sekutu Amerika dari satu sisi. Dan dari sisi yang lain kemunculan Mesir akan akan membuat rakyat mereka memberontak kepada penguasanya. Yang terpenting dari itu semuanya adalah aspek ekonomi yang cukup jelas kenapa negara teluk menyokong kudeta di Mesir. Aspek ekonomi itu nyata sekali pada “Proyek Terusan Suez” yang dijadikan oleh DR. Morsi sebagai proyek unggulannya. Proyek itu akan memberikan income kepada Mesir ratusan miliyard dolar setiap tahun dan akan memberikan 1.000.000 peluang pekerjaan bagi orang Mesir. Akan tetapi Emirat merasa bahwa proyek ini akan memberikan dampak buruk pada proyek yang ada di Dubai. Bukan saja memberikan dampak buruk  bahkan bisa mematikan. Karena itu Emirat menyokong kudeta. Yang kelihatan sekali begitu penguasa kudeta berkuasa seminggu langsung projek Terusen Suez dibatalkan.

5. Wajah Syiah dan Rakyat Iran

Ahmad Rasyid juga menegaskan bahwa wajah Iran juga ada dalam Kudeta di Mesir, ia mengatakan bahwa Iran berkongsi dalam tindakan criminal ini. Merekalah yang mengatur agar semua syiah Arab bangkit melawan Morsi. Sebagai buktinya adalah dukungan yang diberikan oleh Dr. Morsi terhadap Krisis Syiria, dan juga sikap Morsi yang menolak usulan-usulan Iran agar dibolehkan mereka untuk bebas menziarahi peninggalan-peninggalan Daulah Fathimiyyah.

6. Wajah Islam Palsu pada Kudeta

Mereka adalah para masyayikh yang merubah kebathilan jadi haq dan haq jadi bathil.

7. Wajah Qibthi Nasrani

Walaupun disini Ahmad rasyid menegaskan bahwa tidak semua qibthi demikian.


B. “KEWAJIBAN DA`WAH”

Dari sisi da`wah Ustaz Ahmad Rasyid dalam bukunya “al-Riddah `an al-Hurriyyah” memberikan fokus pada “kewajiban da`wah setelah terjadi kudeta ini”, iaitu kontiniu untuk demonstrasi damai, dan terus menjaga “kedamaiannya” sekalipun berjatuhan ratusan (ribuan) syuhada. Semuanya harus yakin bahwa ini adalah pilihan satu-satunya yang benar, yang cocok bagi Mesir pada hari-hari ini, dan pada marhalah ini, walaupun bisa jadi cara yang lain (selain demonstrasi damai) lebih sesuai di negara lain, baik secara syar`i maupun realitasnya, akan tetapi situasi Mesir berbeda. Yang diinginkan oleh musuh adalah kita bertindak “ganas” sehingga ada alasan mereka untuk memukul kita, menjadi kewajiban kita untuk “tidak memberikan” peluang ini sedikitpun kepada mereka.

Menjadi kewajiban dakwah juga “mentarbiyah pada duat dan penyokong dakwah dan yang loyal kepada dakwah untuk terus meningkatkan iman, `iffah dan menjaga akhlaq keprajuritan dan menanamkan rasa rindu untuk syahid di jalan Allah.”

Begitu juga kewajiban duat untuk menyebarkan kesadaran politik kepada rakyat melalui berbagai macam somed dan sarana tarbawiyyah, membangkitkan semangat untuk terus maju, berfikiran positif, selalu berada di garda terdepan, berani menantang untuk mengukir sejarah kehidupan”.


C. “BEBERAPA MANFAAT”

Ustaz Ahmad Rasyid melihat bahwa kudeta telah memberikan dampak positif bagi dakwah, dimana beliau menegaskan ada beberapa manfaat, diantaranya:

1. Bahwa dakwah telah berhasil memperoleh loyalitas mayoritas rakyat Mesir, juga mayoritas masyarakat Arab, dan kaum muslimin di dunia Islam, dan juga kebanyakan masyakarat dunia di dunia ketiga, sama saja di Barat ataupun di Timur. Dan ini adalah tahapan baru bagi sebaran dakwah yang telah berhasil pertama sekali dalam sejarah dalam capaian sebesar ini.

2. Kita telah mendapatkan seorang “pahlawan” yang kaya dengan kebaikan, pemimpin qur`ani, faqih, yang telah mengingatkan umat Islam semuanya bukan hanya di Mesir saja.

3. Kudeta ini telah melahirkan tingkat tertinggi dari pengerahan potensi kekuatan Islam, bersamaan dengan tingkat keyakinan yang paling tinggi terhadap nilai “kontribusi”, “pengorbanan”, “sabar”, “tsabat”, begitu juga kudeta ini telah meledakkan potensi wanita yang selama ini tersembunyi.

4. Kudeta menyingkap orang-orang yang menyelinap masuk ke dalam barisan Islam dan menimbulkan kedustaan.

5. Di akhir bukunya Ahmad Rasyid menegaskan pentingnya tsiqah kepada Allah bahwa masalah Mesir telah menjadi masalah umat Islam semuanya, kemenangan umat Islam di Mesir akan menjadi kunci bagi kemenangan berikutnya di seluruh negara.


*by Usman Jakfar



Baca juga :