
(Di-pos-kan ke dalam blog Imam Anwar pada tanggal 6 Oktober 2008)
--------
Bagi pembaca yang tinggal di luar Amerika Serikat yang tidak mengerti apa yang dimaksud oleh judul tulisan ini: Benjamin Franklin merupakan negarawan yang wajahnya tercantum di lembaran uang $100 AS dan George Washington di lembaran uang $1 AS.
Walaupun saya bukan seorang ahli ekonomi ada isyu berkenaan dengan topik ini yang ingin saya bagi dengan saudara-saudaraku, para ikhwan dan akhwat. Emas telah diakui sebagai mata uang selama beribu tahun. Uang FIAT (uang kertas) merupakan suatu penemuan baru dan hanya bernilai sesuai kekuatan politis dan ekonomis para penerbitnya beserta kepercayaan (trust) dunia terhadap kekuatan politis dan ekonomis tersebut. Ini jelas berlaku atas bangsa-bangsa yang menerbitkan uang kertas tanpa dukungan emas seperti Amerika Serikat.
Mengingat bahwa ekonomi AS merupakan pembangkit tenaga listrik dunia dan ekonomi terkuat di muka bumi, maka mata uangnya menikmati kepercayaan (trust) dunia. Ia telah menjadi mata uang dunia yang paling diakui dan terkemuka. Dewasa ini berbagai komoditi ditakar bukan oleh emas dan perak melainkan oleh dollar. Minyak, misalnya, dihargai dengan dollar. Bahkan emas sendiri dihargai dengan dollar.
Rasulullah saw bersabda: “Allah telah mentaqdirkan bahwa apa yang naik pasti harus turun.” Dengan demikian bila politik dan ekonomi AS terpuruk, maka dollar akan jatuh bersamanya. Menariknya, hari ini AS menjadi rumah bagi aneka-ragam dosa yang dikumpulkan dari berbagai umat yang pernah hadir sebelum kita: sifat keras kepala umat Nabi Nuh; kesombongan kaum ’Aad; pengingkaran tanda-tanda Allah oleh kaum Tsamud; sodomi kaum Lut; penyimpangan keuangan umat Nabi Syu’aib (sebagaimana kita ketahui) Amerika menjadi pelaksana dan promotor utama ekonomi berbasis bunga; penindasan Abu Jahal dan kawan-kawannya; ketamakan, penipuan, cinta kehidupan fana, kemunafikan Bani Israil; bersama dengan arogansi Fir’aun yang tersesat hanya karena merasa dirinya pemimpin bangsa terkuat di muka bumi dan memiliki armada perang paling digdaya pada masanya, maka ia merasa yakin mampu mengungguli segenap hamba-hamba Allah.
Ikhwan dan Akhwat sekalian, ini mengantarkan kita pada suatu keyakinan bahwa azab Allah sedang menggelayut di atas Amerika. Kapan? Bagaimana? Wallahu a’lam. Allah Maha Tahu.
Maka, jika Anda termasuk salah seorang yang tidak beruntung hidup di tempat dan waktu yang salah, maka sebaiknya Anda pergi. Tentunya bila Anda masih peduli. Banyak yang sebaliknya dan masih hidup dalam utopia mimpi Amerika (the American dream). Saya bukan sedang membicarakan tentang si Mo dan si Mike yang masih bergoyang mengikuti ritme MTV dengan minuman Coca Cola-nya dan MacD-nya sambil menjadi Muslim sekedar nama. Tapi saya sedang membicarakan Muslim yang mengamalkan ajarannnya yang sayangnya masih menganggap bahwa Amerika-nya George W merupakan Habasyah-nya Raja Najasyi. Hijrah akan berlangsung hingga Hari Akhir. Jika Anda pergi dengan niat menjauhi para pelaku dosa dan melindungi keluarga Anda dari kejahatan, maka Anda akan diberi ganjaran besar. Tetapi tidak semua orang sanggup melakukan hijrah seperti sebagian Muslim yang tidak hijrah dari Mekkah di masa Rasulullah saw. Maka bagi mereka yang tidak sanggup, hendaknya mereka berdoa kepada Allah agar memperoleh jalan keluar dan melindungi mereka dari penganiayaan.
Jika Anda termasuk orang yang Allah lapangkan rezqi-nya, maka Anda sebaiknya tidak memiliki property di AS dan Anda sebaiknya menukar dollar Anda menjadi emas dan perak. Nilai emas dan perak telah bertahan sepanjang sejarah dan tidak ada alasan untuk mengira bahwa ia tidak akan bertahan di masa yang akan datang. Disamping merupakan tindakan bijaksana dari sudut pandang keuangan, ini juga dianjurkan dari sudut pandang Islam. Kaum Muslimin tidak sepantasnya mendukung ekonomi sebuah bangsa yang memerangi mereka.
Terakhir, bagi mereka yang sedang berfikir-fikir untuk membeli rumah berbasis penggadaian (mortgage) di AS yang merupakan bentuk nyata praktek Riba, maka hendaknya takutlah ia kepada Allah. Disamping ia merupakan salah satu dosa besar dalam Islam, maka pembelian tersebut sama dengan meletakkan uang di tempat yang salah. Ini janji Allah. Tidak ada keberkahan dalam apapun berdasarkan riba. Apa yang berlangsung di AS dewasa ini merupakan bukti akan hal itu.
(Imam Anwar memperingatkan kita semua akan bahaya kemungkinan pemerintah AS di bawah pimpinan George Bush menerapkan kebijakan sanering (pemotongan nilai uang dollar). Imam Anwar mengkhawatirkan bilamana lembar uang seratus dollar AS bakal dipotong menjadi setara dengan lembar uang satu dollar AS...!
Imam Anwar menganjurkan kaum muslimin di AS untuk melakukan langkah antisipatif dengan cara membeli emas dan perak guna mengamankan dollar mereka sebelum kebijakan sanering berlaku.
Bila ini menjadi kenyataan sudah barang tentu dampaknya akan meluas termasuk sangat mungkin mempengaruhi kondisi rupiah Indonesia yang memang selama ini sangat bergantung kepada kuat-lemahnya mata uang dollar AS.
Akankah ini menjadi awal kesadaran global pentingnya meninggalkan uang kertas dan kembali kepada dinar dan dirham? Semoga...)
----------
*Sekilas Tentang Penulis:
Imam Anwar al-Awlaki adalah seorang ulama kelahiran New Mexico. Orangtuanya berasal dari Yaman dimana ia tinggal selama sebelas tahun dan memperoleh bagian awal pendidikan Islamnya.
Imam Anwar al-Awlaki sempat menjadi Imam masjid di Colorado, California. Kemudian ia tinggal di kawasan Washington DC dimana ia memimpin Dar Al-Hijrah Islamic Center sambil menjadi Pemuka Agama Islam di George Washington University. Sebelumnya ia sering bolak-balik Amerika-Yaman saat ia belajar Syari’ah kepada beberapa ulama terkemuka dimana akhirnya ia dilarang masuk kembali ke Amerika Serikat kendati ia seorang berwarga-negara AS.
Imam Anwar al-Awlaki memiliki gelar S1 sebagai Insinyur Sipil dari Colorado State University, S2 di bidang Pendidikan Kepemimpinan dari San Diego State University serta sedang menekuni S3-nya di bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia di George Washington University. Ia telah menghasilkan banyak seri audio popular termasuk “Kehidupan Para Nabi”, “Kehidupan Akhirat”, “Kehidupan Muhammad”, “Kehidupan Umar bin Khattab”, “kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq”, “Kisah Ibnul Awka”, “Konsisten di jalan Jihad” dan banyak lagi. Bagi Anda yang ingin tahu lebih jauh mengenai Imam Anwar silahkan kunjungi http://www.anwar-alawlaki.com/
----------
(Diterjemahkan secara bebas oleh Ust. Ihsan Arlansyah Tandjung)
sumber: hidayatullah.com
Jika Anda termasuk orang yang Allah lapangkan rezqi-nya, maka Anda sebaiknya tidak memiliki property di AS dan Anda sebaiknya menukar dollar Anda menjadi emas dan perak. Nilai emas dan perak telah bertahan sepanjang sejarah dan tidak ada alasan untuk mengira bahwa ia tidak akan bertahan di masa yang akan datang. Disamping merupakan tindakan bijaksana dari sudut pandang keuangan, ini juga dianjurkan dari sudut pandang Islam. Kaum Muslimin tidak sepantasnya mendukung ekonomi sebuah bangsa yang memerangi mereka.
Terakhir, bagi mereka yang sedang berfikir-fikir untuk membeli rumah berbasis penggadaian (mortgage) di AS yang merupakan bentuk nyata praktek Riba, maka hendaknya takutlah ia kepada Allah. Disamping ia merupakan salah satu dosa besar dalam Islam, maka pembelian tersebut sama dengan meletakkan uang di tempat yang salah. Ini janji Allah. Tidak ada keberkahan dalam apapun berdasarkan riba. Apa yang berlangsung di AS dewasa ini merupakan bukti akan hal itu.
(Imam Anwar memperingatkan kita semua akan bahaya kemungkinan pemerintah AS di bawah pimpinan George Bush menerapkan kebijakan sanering (pemotongan nilai uang dollar). Imam Anwar mengkhawatirkan bilamana lembar uang seratus dollar AS bakal dipotong menjadi setara dengan lembar uang satu dollar AS...!
Imam Anwar menganjurkan kaum muslimin di AS untuk melakukan langkah antisipatif dengan cara membeli emas dan perak guna mengamankan dollar mereka sebelum kebijakan sanering berlaku.
Bila ini menjadi kenyataan sudah barang tentu dampaknya akan meluas termasuk sangat mungkin mempengaruhi kondisi rupiah Indonesia yang memang selama ini sangat bergantung kepada kuat-lemahnya mata uang dollar AS.
Akankah ini menjadi awal kesadaran global pentingnya meninggalkan uang kertas dan kembali kepada dinar dan dirham? Semoga...)
----------
*Sekilas Tentang Penulis:
Imam Anwar al-Awlaki adalah seorang ulama kelahiran New Mexico. Orangtuanya berasal dari Yaman dimana ia tinggal selama sebelas tahun dan memperoleh bagian awal pendidikan Islamnya.
Imam Anwar al-Awlaki sempat menjadi Imam masjid di Colorado, California. Kemudian ia tinggal di kawasan Washington DC dimana ia memimpin Dar Al-Hijrah Islamic Center sambil menjadi Pemuka Agama Islam di George Washington University. Sebelumnya ia sering bolak-balik Amerika-Yaman saat ia belajar Syari’ah kepada beberapa ulama terkemuka dimana akhirnya ia dilarang masuk kembali ke Amerika Serikat kendati ia seorang berwarga-negara AS.
Imam Anwar al-Awlaki memiliki gelar S1 sebagai Insinyur Sipil dari Colorado State University, S2 di bidang Pendidikan Kepemimpinan dari San Diego State University serta sedang menekuni S3-nya di bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia di George Washington University. Ia telah menghasilkan banyak seri audio popular termasuk “Kehidupan Para Nabi”, “Kehidupan Akhirat”, “Kehidupan Muhammad”, “Kehidupan Umar bin Khattab”, “kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq”, “Kisah Ibnul Awka”, “Konsisten di jalan Jihad” dan banyak lagi. Bagi Anda yang ingin tahu lebih jauh mengenai Imam Anwar silahkan kunjungi http://www.anwar-alawlaki.com/
----------
(Diterjemahkan secara bebas oleh Ust. Ihsan Arlansyah Tandjung)
sumber: hidayatullah.com