13 Tentara AS Tewas dan 210 Luka-luka dalam Dua Pekan Perang Melawan Iran

Laporan terbaru dari The Wall Street Journal pada Sabtu (14/3/2026) mengonfirmasi bahwa sebanyak 13 tentara Amerika Serikat tewas dan 210 lainnya luka-luka sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Dari ratusan tentara yang terluka, sekitar 170 orang dilaporkan telah kembali bertugas, sementara 10 orang masih dalam kondisi kritis.

Insiden terbaru yang menambah daftar korban jiwa adalah jatuhnya pesawat pengisi bahan bakar militer AS di Irak pada Kamis (12/3/2026), yang menewaskan 6 kru di dalamnya. Meskipun kelompok perlawanan di Irak mengeklaim telah menembak jatuh pesawat tersebut, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa kecelakaan itu bukan disebabkan oleh serangan musuh maupun friendly fire.

Kronologi Gugurnya Tentara Amerika Serikat

🔴Pada 1 Maret, serangan drone Iran menghantam pusat operasi militer AS di dekat Pangkalan Arifjan, Kuwait, menewaskan 6 tentara AS. Presiden Donald Trump secara pribadi menghadiri upacara kepulangan jenazah para prajurit ini di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Delaware, AS, pada 7 Maret.

🔴Sebuah pesawat tanker pengisian bahan bakar Boeing KC-135 Stratotanker jatuh di wilayah Irak Barat pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Enam awak militer Amerika Serikat dipastikan tewas dalam insiden itu.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa seluruh personel di dalam pesawat tersebut tidak ada yang selamat dalam insiden yang terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

🔴Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi 1 tentara AS tewas akibat serangan rudal/drone Iran yang menyasar posisi pasukan Amerika di wilayah Arab Saudi.

Sejak agresi gabungan AS-‘Israel’ dimulai, Iran terus meluncurkan balasan ke berbagai negara (Kuwait, UEA, Arab Saudi, Irak, dan Yordania) dengan menargetkan pangkalan AS.

Perang yang dipicu oleh serangan besar-besaran AS-Israel sejak akhir Februari ini telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan puluhan petinggi militer lainnya.

Namun, serangan balasan Iran ke wilayah ‘Israel’ juga telah memakan korban setidaknya 14 orang tewas dan lebih dari 2.700 lainnya luka-luka, menciptakan krisis keamanan regional yang paling parah dalam beberapa dekade terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *