
Masuk akal,
Karena MBG itu memang bisnis. Dan dimana2, bisnis itu selalu buka sepanjang tahun. Memangnya kantor kalian tutup selama Ramadhan? Pabrik2 tutup? Toko2 tutup?
Bahkan MBG ini, liburan sekolah pun tetap bagi2 makanan. Karena argo harus terus jalan, tdk ada urusannya dgn kebutuhan gizi, bla bla bla. Sekali dimatikan argonya, aduh repot. Kalau karyawan2 rendahnya sih tdk akan masalah, mereka dapat kerjaan sj sdh alhamdulillah, dikasih libur tentu senang. Yang repot itu argo buat pemilik dapurnya, itu wajib terus mengocor deras. Lagi, lagi dan lagi. Pesta pora. Mau ada atau tidak muridnya, mau dimakan atau tidak, terus kirim omprengnya.
1 Triliun per hari masak elu skip? 🙂
(Tere Liye)







Komentar