


Prabs: Itu 3.000 lele di tiap SPPG?
Bos BGN: Satu SPPG, Pak.
Prabs: 3.000 lele?
Bos GBN: 3.000 lele. Itu dua kolam Pak.
Prabs: Berarti satu anak makan satu lele?
Bos BGN: Satu lele, Pak.
Prabs: Lebih bagus dari waktu saya Tentara dulu.
Bos BGN: Oh iya, Pak. Kepalanya saja dibuang, kemudian satu lele utuh diberikan, Pak.
Prabs: Luar biasa itu.
Bos BGN: Dan kemudian, Pak, kalau masak daging sapi, masak satu ekor sapi, satu hari dipotong untuk satu SPPG. Jadi kalau di akhir tahun ini ada 19.000 SPPG, maka ada 19.000 sapi dalam satu hari harus dipotong karena program makanan bergizi. Kalau 4 kali sebulan, ya tinggal dikalikan, Pak. Tapi saya sudah konsultasi dengan Dirjen Peternakan, katanya cadangan sapi nasional cukup untuk bisa mengantisipasi kebutuhan program makanan bergizi karena kalau Badan Gizi meminta kepada SPPG memasak satu menu nasional, maka tekanannya cukup besar. Seperti contohnya, tanggal 17 Oktober, ketika Pak Presiden ulang tahun, kami meminta agar SPPG memasak satu menu, yaitu nasi goreng dengan telur ceplok. Hari itu, Pak, telur terserap 2.100 ton. Itu (harganya jadi) naik 3.000 rupiah. Nanti tahun depan, Pak, kalau Bapak ulang tahun, kita dengan nasi goreng telur cepok, dibutuhkan 83 juta butir telur satu hari. Itu artinya 5.000 ton, Pak.
[VIDEO… jangan ketawa saat mencret]







Komentar