[PORTAL-ISLAM.ID] Buzzer-buzzer pendukung rezim menyebar propaganda bahwa pemberitaan tentang Uighur hanyalah HOAX.
"Inilah kesaksian seorang saudara kita langsung dari Tembok China, Bahwa semua isue yang bererdar itu semua hoak alias tidak benar," kicau akun @Tim88__.
Dalam postingannya disertakan video, seorang berkacamata berkumis kaos hitam, yang mengatakan dirinya berada di Tembok China.. lalu menyebut uighur Hoax.. bla bla bla...
Propaganda ini malah jadi tertawaan warganet.Inilah kesaksian seorang saudara kita langsung dari Tembok China,— Tim88_Indonesia (@Tim88__) December 28, 2019
Bahwa semua isue yang bererdar itu semua hoak alias tidak benar#TolakAgendaKhilafahFPI pic.twitter.com/CMBjx7tI7V
Kejadian di Uighur, malah kesaksian dari Tembok Cina. Itu seperti kejadian di Papua, kesaksian dari Solo.
"Muka elu yg hoax. Kamu kok bego sih mas? Pendukung si nganu ya?" komen @BattosaKaki.
"Dari tembok besar china tidak ada pembantaian ? Yo jelas lha wong itu tempatnya di tembok besar china, kalau mau bersaksi datang ke Ughyur sana goblok," ujar @choyrulathar94.
"Xinjiang ame Tembok China, jaraknya hampir 3000 km. Situ piknik dan bahas Xinjiang gak ada apa-apa cuma ada teroris, tapi ngomongnya di tembok China. Gua kira ngvlog di camp reedukasi atau di kota Kasghar. Bentuk lidah jajaran genjang model begini syuram," komen @JackVardan.
Muka elu yg hoax. Kamu kok bego sih mas? Pendukung si nganu ya?— Origi Battousai (@BattosaKaki) December 28, 2019
Dari tembok besar china tidak ada pembantaian ? Yo jelas lha wong itu tempatnya di tembok besar china, kalau mau bersaksi datang ke Ughyur sana goblok— atharsanjay [ Tharsan ] (@choyrulathar94) December 28, 2019
Xinjiang ame Tembok China, jaraknya hampir 3000 km. Situ piknik dan bahas Xinjiang gak ada apa-apa cuma ada teroris, tapi ngomongnya di tembok China.— // Jax (@JackVardan) December 29, 2019
Gua kira ngvlog di camp reedukasi atau di kota Kasghar. Bentuk lidah jajaran genjang model begini syuram. pic.twitter.com/cB2A68C5zt